Selamat Datang di Website Departemen Agribisnis - IPB University

Agribisnis

Sapa Agribisnis: Kuliah Sehari untuk Memperkenalkan Departemen Agribisnis FEM IPB kepada Siswa-Siswi SMA di Seluruh Indonesia

Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University menggelar kegiatan Sapa Agribisnis dalam bentuk webinar Sehari Kuliah di Agribisnis IPB University yang ditujukan bagi siswa-siswi SMA seluruh Indonesia, (13/02). Kegiatan yang menarik minat lebih dari 500 peserta SMA dari berbagai penjuru Indonesia tersebut digelar agar peserta dapat merasakan sekilas materi kuliah di Agribisnis IPB University.

Dr Dwi Rachmina, Ketua Departemen Agribisnis FEM IPB University menyebutkan bila generasi muda sangat dibutuhkan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan. Yakni melalui pendekatan baru yakni paradigma agribisnis. Kegiatan tersebut merupakan langkah awal yang baik untuk terus menyampaikan pesan bahwa generasi muda yang nantinya diharapkan menjadi entrepreneur muda masa depan dapat menentukan nasib pertanian di masa depan.

Sementara itu Dekan FEM IPB University, Prof Dr R Nunung Nuryartono berharap peserta yang hadir tak sekedar berkuliah sehari namun dapat kuliah hingga empat tahun di Agribisnis IPB University.

Dr Feryanto, Dosen Departemen Agribisnis yang juga menjabat sebagai Sekretaris IPB SDGs Network sebagai narasumber memaparkan mengenai materi pembangunan masa depan yang berkelanjutan melalui agribisnis. Ia menyebutkan bila anak-anak muda semestinya memiliki cara pandang bahwa agribisnis tak hanya sekedar bekerja di kebun, namun sebagai mega sektor. Agribisnis seharusnya dilihat dengan cara pandang bahwa pertanian merupakan sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Lulusan agribisnis tak perlu takut tidak mendapatkan karir yang cemerlang, justru masa depan lulusan agribisnis  akan senantiasa cerah karena potensi dan peranan agribisnis yang besar. Agribisnis sendiri telah dikenal berkontribusi besar dalam perekonomian Indonesia. Dengan didukung dengan jiwa entrepreneur yang kuat, tentunya generasi milenial akan mendorong pertanian Indonesia lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Agribisnis merupakan bisnis yang takkan pernah berhenti, sehingga konsep berkelanjutan amat dibutuhkan dalam penerapannya.  Permasalahan Sustainable Develompent Goals (SDGs)  seperti kemiskinan dapat diselesaikan dengan bantuan berupa agribisnis yang berkelanjutan. Agribisnis dapat menjadi solusi dalam mewujudkan permasalahan pembangunan dalam jangka waktu yang panjang.  Generasi milenial dengan bantuan teknologi amat dibutuhkan dan menjadi bagian penting dalam mengurangi kesenjangan ekonomi di Indonesia.

“Bila sistem agribisnis terintegrasi dan kita gerakkan untuk beberapa komoditas yang potensial, maka ini akan membantu kondisi lingkungan, ekonomi, kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan menjadi lebih baik. Sehingga Indonesia mampu mewujudkan tujuan SDGs,” tuturnya.

Indonesia membutuhkan sumber daya manusia dengan semangat dan berkarakter wirausaha. Peserta yang hadir, ia sebut sebagai orang-orang yang nantinya dapat terpilih untuk berkuliah dan saling berdiskusi di kampus terbaik Indonesia untuk mewujudkan tujuan SDGs tersebut.

“Dengan jumlah penduduk kita yang tinggi dan punya potensi, 65.61 persen itu adalah penduduk produktif. Maka dibutuhkan orang-orang yang mampu menggerakkan agribisnis, mampu menjalankan sistem itu dengan baik sehingga pencapaian SDGs akan lebih baik,” imbuhnya.

Hal serupa juga turut dipaparkan oleh narasumber lainnya, Dr Burhanuddin, Dosen Departemen Agribisnis yang juga menjabat sebagai Asisten Direktur Pengelolaan Usaha Akademik dan Penunjang Direktorat Bisnis IPB University.

Ia menekankan bila generasi muda harus memiliki cara pandang maupun pola pikir baru bahwa pertanian tak hanya sekedar bertani namun menjadi bentuk agripreneur. Entrepreneur muda merupakan profil lulusan Departemen Agribisnis yang diharapkan menjadi wirausahawan mandiri, konsultan agribisnis, atau manajer professional.
Ia berharap generasi muda dapat memiliki growth mindset sehingga dapat menghadapi hambatan dalam segala bidang kehidupan.

“Terlebih lagi bagi bidang agribisnis dari hulu ke hilir. Cara pandang agripreneur akan memberikan presepsi bahwa agribisnis tak hanya sekedar budidaya namun terdapatnya sistem terintegrasi. Bisnis-bisnis baru dapat tumbuh dari pemikiran-pemikiran lulusan agribisnis. Nantinya, pertanian akan bergerak ke atas karena didukung dengan sumberdaya manusia yang terampil yakni anak-anak muda sebagai penggerak dan sebagai entrepreneur muda, ” urainya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi SMA juga turut diberi penjelasan sekilas mengenai organisasi kemahasiswaan HIPMA (Himpunan Profesi Mahasiswa Peminat Agribisnis). Di penghujung acara peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti kuis berhadiah menarik.

Artikel ini telah tayang di https://ipb.ac.id/news dengan judul “Secara Daring, Siswa-Siswi SMA Antusias Ikuti Kuliah Sehari Departemen Agribisnis IPB University
Klik untuk baca: https://ipb.ac.id/news/index/2021/02/secara-daring-siswa-siswi-sma-antusias-ikuti-kuliah-sehari-departemen-agribisnis-ipb-university/c09d86065bd38216d8409f1d2dadc949
Penulis : (MW/Zul)